KISI-KISI MK FOTOGRAFI
2012
1.
Sifat-sifat foto jurnalistik.
Di dalam kerja jurnalistik dikenal ada enam
sifat foto jurnalistik (foto berita). Keenam sifat yangh dimiliki foto
jurnalistik itu meliputi: mudah dibuat, akurat, universal, visual, kompak dan
selalu aktual.
2.
Visual – Bahasa foto adalah bahasa
visual. Bahasa visual, bahasa yang dimengerti dan dipahami oleh siapapun.
Artinya, bahasa visual yang disampaikan selembar foto akan bisa ‘dibaca’,
dimengerti dan dipahami oleh orang yang bisa membaca sampai ke orang yang tidak
bisa membaca sekalipun.
3.
Di dalam kerja jurnalistik selama
ini dikenal ada tujuh jenis atau ragam foto jurnalistik. Ket7ujuh jenis foto
jurnalistik itu meliputi: foto berita (spot news), foto human interest, foto
essay, foto cerita, foto humor, foto feature dan foto olahraga.
4.
Foto human interest adalah foto
yang menyajikan hal-hal yg berkaitan dengan daya tarik manusiawi, atau foto
yang ber bicara tentang masalah-masalah kemanusiaan dan kemasyarakatan. Dengan
kata lain, foto human interest adalah foto yang mampu menggugah emosi
kemanusiaan kita yang melihatnya.
5.
Foto feature adalah foto tunggal
yang tidak sekadar memiliki nilai informasi, tapi juga menyampaikan suatu
gagasan berharga pada orang yang melihatnya. Sekalipun hadir tunggal, foto feature
bisa menghadirkan beragam penafsiran.
6.
Komposisi adalah penempatan posisi
objek pada bidang pemotretan, sehingga menjadi pusat perhatian. Dengan
demikian, komposisi menuntun mata kita menuju titik perhatian yang menyatukan
objek foto secara keseluruhan. Komposisi secara sederhana dapat diartikan
sebagai cara menata elemen-elemen atau unsur-unsur dalam gambar. Elemen-elemen
itu meliputi sudut pemotretan, sepertiga bagian, pola, garis, warna, bingkai,
latar belakang, dan latar depan.
7.
Sepertiga bagian – Dalam
fotografi, suatu bidang di dalam pandangan kamera dibagi menjadi sembilan
bagian yang sama. Komposisi yang baik adalah bila objek ditempatkan pada
duapertiga bagian bidang tersebut. Sedang sepertiga bidang lainnya dikosongkan.
8.
Garis – Dalam pemotretan di luar
ruangan (alam bebas0, garis menjadi pusat perhatian objek foto. Objek
pemotretan yang bisa digunakan sebagai elemen garis antaralain pagar, pohon,
garis atap rumah, jalanan dan lain-lainnya.
9.
Sekalipun belum ada kode etik yang
tertulis secara formal bagi para fotografer, kecuali fotografer yang bekerja di
dalam kerja jurnalistik, tapi setiap
fotografer dalam kerjanya dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi atau
menghormati norma-norma dan nilai-nilai etika yang ada di masyarakat. Hal utama
yang harus diperhatikan ketika melakukan kerja profesinya adalah menghindari
perbuatan-perbuatan yang melanggar hak pribadi orang lain. Hak pribadi orang
lain itu dilindungi oleh hukum. Seseorang yang hak pribadinya merasa telah
dilanggar oleh seorang fotografer melalui karya fotonya, berhak memperkarakan
fotografer itu secara hukum. Hak pribadi itu misalnya, hak untuk berbuat apapun
di dalam rumahnya sendiri, sejauh hak itu tidak bertentangan dengan hukum.
10.
Seperti halnya di dunia senirupa,
di dalam dunia seni foto atau fotografi seni pun kemudian muncul sejumlah
aliran atau gaya, seperti aliran realis, surealis, straigh, minimalis,
piktorial, dan lain-lain. (SEA)